Dua jari, Satu mahkota
Siapa yang terdiam?
Aku, Melangkah mundur dan Merajam,
Bukan,
Buta saja sampai Besok,
Matanya begitu tajam, tanpa tepi dan panggilan
Tidak celaan, tidak juga rindu,
Melangkah mundur,
Siapa?
Aku yang hanya terdiam?
Sudah terlalu jauh Merindu,
Kukembali saja,
Melangkah mundur pada satu Mahkota
Hafid, 12 Maret 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar